Item Category

Tujuan, pengguna, dan navigasi

Master klasifikasi item untuk mengelompokkan barang, jasa, aset/sparepart, pallet, BBM, dan ban sebelum item dipakai pada proses Inventory/Warehouse.

Navigasi: Inventory → Item Category

Pengguna yang relevan: administrator master data, Inventory Control, dan process owner kategori. Finance perlu dilibatkan bila klasifikasi berpengaruh pada akun; PIC aktual tetap menunggu penunjukan OLR pada 04 - Matriks PIC dan RACI Proses SOLOG.

Alur dan variasi

Kebijakan klasifikasi → Item Category → Item Master → transaksi persediaan/pengadaan → laporan

Satu kategori dapat:

  • mempunyai Main Category sebagai induk;
  • ditandai sebagai Asset/sparepart, Service, Pallet, BBM, atau Tires;
  • mempunyai Default Bin Location.

Kombinasi penanda diperlihatkan UI, tetapi aturan boleh/tidaknya memilih lebih dari satu belum diuji.

Halaman daftar

No.ElemenFungsi
1FilterMembuka/menutup parameter penyaringan daftar.
2Add NewMembuka form kategori baru.

Kolom daftar: Main Category, Code, Name, Assets, Description. Pencarian tabel dan pengaturan jumlah baris juga terlihat.

Form kosong

No.Kelompok field/tombol
1Main Category, Code, Name
2Is Asset/sparepart, Is Service, Is Pallet, Is BBM, Is Tires
3Default Bin Location, Description
4Back — kembali tanpa menyimpan.
5Save — menyimpan; tidak digunakan saat verifikasi.

Field bertanda * yang terlihat: Code dan Name.

Prasyarat dan master data

DataPemeriksaan
Main CategoryPilih hanya bila kategori memang memiliki induk.
Code dan NameUnik, konsisten, mudah dicari, dan tidak menyalin kategori lain.
Default Bin LocationSudah tersedia dan sesuai jenis item.
Klasifikasi itemDisetujui process owner; implikasi akun dikonfirmasi Finance.

SOP penggunaan

  1. Buka Item Category.
  2. Gunakan pencarian atau Filter untuk memeriksa kemungkinan kategori duplikat.
  3. Buka Add New hanya ketika dasar permintaan dan owner kategorinya jelas.
  4. Tentukan Main Category bila kategori merupakan turunan.
  5. Isi Code dan Name sesuai standar master data.
  6. Pilih penanda klasifikasi yang relevan dan Default Bin Location bila kebijakan mengharuskannya.
  7. Tambahkan Description agar batas penggunaan kategori dapat dipahami.
  8. Lakukan pemeriksaan oleh process owner dan Finance bila berdampak pada pencatatan.
  9. User berwenang melakukan Save; validasi sesudah simpan belum diuji dalam kajian read-only.
  10. Periksa bahwa kategori dapat dipilih pada Item Master dan muncul pada pencarian/laporan yang relevan.

Lampiran, keluaran, dan hubungan

  • Keluaran: master Item Category yang dapat dipilih pada Item Master.
  • Lampiran pendukung: permintaan kategori dan persetujuan klasifikasi.
  • Hubungan: 01 - Inventory Setting, 03 - Item Master, proses pengadaan, stock, serta Finance untuk pemetaan akun.

Checklist

  • Tidak ada kategori duplikat atau tumpang tindih.
  • Code, Name, dan Main Category konsisten.
  • Penanda asset/service/pallet/BBM/tires telah disetujui.
  • Default Bin Location sesuai kebutuhan.
  • Owner master dan pihak yang berwenang menyimpan sudah ditetapkan.

Gap verifikasi

  • Aturan kombinasi penanda klasifikasi dan validasi setelah Save belum diuji.
  • Tidak ada tombol export yang terlihat pada halaman daftar saat verifikasi.
  • Nama PIC aktual masih menunggu keputusan OLR.