Status Process
Tujuan
Status Process menyiapkan status yang digunakan dalam alur operasional. Urutan, transisi, warna, hak akses, dan objek transaksi yang menggunakan status belum terverifikasi.
Pengguna
- Operational process owner.
- Administrator sistem.
- IT/developer bila transisi dipengaruhi aturan aplikasi.
Navigasi
Setting → Operational → Status Process
Data bisnis yang perlu disiapkan
- Kode/nama dan arti status.
- Objek proses yang memakai status.
- Urutan serta status sebelumnya/sesudahnya.
- Role yang boleh mengubah.
- Syarat dokumen, timestamp, dan akibat ke proses turunan.
Prosedur proses
- Petakan status existing dari awal sampai selesai/batal.
- Bedakan status operasional, approval, invoicing, dan posting.
- Tentukan transisi serta siapa yang berwenang.
- Uji jalur normal, koreksi, pembatalan, dan pengecualian pada dev.
- Sosialisasikan arti status sebelum aktivasi.
Titik kendali
- Perubahan status tidak boleh memutus jejak waktu dan user.
- Status selesai tidak boleh digunakan sebelum bukti proses lengkap.
- Nama status yang mirip harus memiliki definisi berbeda dan tertulis.
Verifikasi visual yang diperlukan
- Daftar/form, order, warna, objek, active flag, serta tombol.
- Transition rules, permission, attachment requirement, dan audit trail.